Rindu selalu tidak ada habisnya.Menuntut objek rindu tidak pernah absen
Bahwa ia hanya menginginkan temu, matanya, menatap sore hingga habis
Tidak adil, ya
Bahwa rindu juga bisa pergi kapan saja tanpa pamit
Tapi ia juga tak kunjung mengerti
Tehnya sudah dingin karena rindu yang tak pernah usai, tanpa temu
Kali ini sore berbohong lagi
Ia tidak datang, tidak pernah
Maukah menunggu sedikit lagi?
Sampai kepura-puraan ini selesai
Hingga ia tidak pernah sadar pernah menunggu raga yang salah
Kita hanya butuh waktu untuk terbiasa
Waktu yang tepat untuk menikmati matahari sore terakhir hingga habis di telan langit
Lalu kita juga habis di makan usia
R. A

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Vielen danken🍀