
Beberapa hari lalu aku baru saja menyelesaikan salah satu film yang sudah lama kuunduh, berjudul “Perfect Days”. Aku tidak akan menceritakan alur film itu dari awal hingga akhir karena aku cukup sadar diri tidak pandai dalam me-review. Aku ingin fokus pada beberapa kalimat yang membuatku merenung setelah menontonnya. Tokoh utama, pria paruh baya bekerja sebagai pembersih toilet umum. Ia hidup sendiri-tanpa menikah. Kegiatannya repetitif, pergi bekerja-makan di kedai bawah tanah-mandi di sauna-membeli film kamera analog-pulang. Terlihat membosankan ya ? Tapi itulah standar kehidupan yang dia pilih untuk dijalani, sederhana. Sesederhana filosofi yang dianutnya.
“Kondo wa kondo, ima wa ima.”
(“Nanti ya nanti, sekarang ya sekarang.”)
Frasa Jepang yang menurutku filosofisnya sangat dalam. Bagaimana kita mampu membedakan tindakan yang perlu diambil sekarang dan yang ditunda untuk nanti. Hirayama-sang tokoh dalam film- menikmati hidupnya hari ini tanpa memusingkan masa depan yang belum terjadi. Hal itu membuatnya merasa lebih tenang menjalani hari. Bahwa memiliki pencapaian besar atau kecil bukan alasan kita tidak bisa mensyukuri hidup. Aku tersadar bahwa penatnya hari bisa diakhiri dengan hanya memandang komorebi dan mengabadikannya dalam kamera analog.
N.B Komorebi : cahaya matahari yang menembus dedaunan pohon.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Vielen danken🍀